![]() |
| Sekretaris PDNA Gresik Ria Eka Lestari (pegang mic) didamping Bendahara PCNA Ujungpangkah Siti Sunarofah saat memberangkatkan peserta jalan sehat. |
Diawali dengan senam yang dipimpin Miftakhul Ulum, instruktur senam sekaligus guru olahraga SMA Al Muniroh Ujung Pangkah, acara dilanjutkan dengan jalan sehat dengan mengambil start di MIM 2 Banyuurip.
Sebanyak 140 peserta berjalan santai menyusuri rute: MIM 2 – kolam renang Banyuurip – Ponpes Manbaul Ihsan – pertigaan jalan raya – kembali ke MIM. Sebagian peserta yang terdiri dari ibu-ibu muda Nasyiah itu ditemani anak-anaknya.
Sekretaris Pimpinan Daerah NA Ria Eka Lestari turut bangga atas upaya PCNA Ujung Pangkah dalam usahanya menyemarakkan Musyda NA. “Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kecil syiar Nasyiah di desa-desa,” katanya dalam sambutan sebelum memberangkatkan peserta gerak jalan.
Tari, panggilan akrabnya, menyatakan bahwa keikutsertaan anak-anak bersama bundanya dalam kegiatan ini menunjukkan semangat para perempuan muda berkemajuan yang tangguh, mandiri, dan dapat mendidik putra-putrinya dengan baik.
Zumrotul Asiyah, anggota Nasyiah Gosari, sangat bergembira dengan kegiatan ini. “Baru kali ini ikut Nasyiah. Ternyata asyik ya. Seneng bersama teman-teman sesama ibu-ibu muda,” katanya sambil berharap mendapat doorprize yang disiapkan panitia.
![]() |
| Peserta dari PRNA Gosari. Ibu-ibu muda dengan anak-anaknya |
Khusniyawati berharap untuk Musyda yang akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gresik 22-23 April 2017 mendatang berhasil memilih pimpinan yang bisa membawa NA semakin maju. “Mulai Ranting, Cabang, hingga Daerah, semoga semakin akrab sebagai satu keluarga,” tuturnya.
Ketua PRNA Banyuurip Elok Lidia Afwani sangat bangga bisa menjadi tuan rumah acara Semarak Musyda. “Bisa nambah semangat Ayunda-Ayunda (sebutan anggota Nasyiah, Red) Ranting. Wali murid TK ABA 20 juga antusias mengikuti,” tuturnya. Ia juga berharap Musyda dapat memilh pimpinan yang dapat memotivasi. “Tidak hanya Cabang, tapi juga Ranting se-Kabupaten Gresik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang NA Ujung Pangkah Leny Ifanah mengungkapkan alasan digelarnya Semarak Musyda NA di Banyuurip. “Di Ranting ini, NA-nya nggak aktif. Adanya acara ini untuk memotivasi agar kembali aktif,” ujarnya.
Ketua PRNA Banyuurip Elok Lidia Afwani sangat bangga bisa menjadi tuan rumah acara Semarak Musyda. “Bisa nambah semangat Ayunda-Ayunda (sebutan anggota Nasyiah, Red) Ranting. Wali murid TK ABA 20 juga antusias mengikuti,” tuturnya. Ia juga berharap Musyda dapat memilh pimpinan yang dapat memotivasi. “Tidak hanya Cabang, tapi juga Ranting se-Kabupaten Gresik,” ucapnya.
![]() |
| Knalpot yang patah dan mobil Xenia. Dari kiri: Siti Sunarofah, Usmawati, Maftuhatus Saidah, Ria Eka Lestari, |
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang NA Ujung Pangkah Leny Ifanah mengungkapkan alasan digelarnya Semarak Musyda NA di Banyuurip. “Di Ranting ini, NA-nya nggak aktif. Adanya acara ini untuk memotivasi agar kembali aktif,” ujarnya.
Harapannya, Musyda mampu memilih pimpinan yang suka turba ke Cabang dan Ranting. “Dan tentunya pimpinan-pimpinan yang kreatif agar dapat dijadikan figur teman-teman di Ranting, bahwa Nasyiah itu asyik,” katanya.
![]() |
| Atim, Kepala Sekolah MIM 2 Banyuurip Ujung Pangkah |
Menurutnya, NA harus bisa mewarnai dalam segala kegiatan Muhammadiyah karena NA merupakan tonggak AMM. “Libatkan seluruh warga dalam berkegiatan. Jangan Nasyiah aja. Ajak ibu-ibu muda sekitar agar, syiarnya lebih terasa,” pesannya.
Selain Tari, ikut dalam rombongan PDNA Kabupaten Gresik adalah Izzah Maulida (Anggota), Maftuhatus Saidah (Anggota), dan Usmawati (Sekretaris Departemen Dakwah). Ada cerita menarik saat dalam perjalanan mereka ke Ujung Pangkah dengan mobil Xenia milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik yang dikemudikan Ustadz Arif. “Kegiatan Nasyiah itu selalu unik buat saya. Ada saja peristiwa-peristiwa tertentu yang ikut mengiringi,” kata Tari mengawali cerita.
Melewati Desa Abar Abir Kecamatan Bungah, tuturnya, terdengar krok-krok seperti suara dengkuran. “Kami berhenti sejenak di pinggir jalan. Berharap tidak terjadi apa-apa dengan ban mobil. Eh, ternyata malah knalpotnya kiwil-kiwil (hampir patah). Dan akhirnya patah jadi dua knalpot itu,” ungkapnya.
Tari melanjutkan, maka bismillah dengan knalpot separuh, perjalanan pun kami lanjutkan. “Sebab, jam sudah menunjukkan pukul 05.45 WIB. Sedangkan 15 menit lagi sudah harus tiba di Ujung Pangkah,” kata dia.
Tari dan rombongan merasa bersyukur, karena Allah memang tak pernah mengingkari janji-Nya terhadap orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. “Pertolongannya datang kapan pun hambanya membutuhkan. Alhamdulillah, kami bisa selamat sampai tujuan meski dengan mobil yang ngorok,” cerita Tari.
via : pwmu




0 comments:
Post a Comment