"Tiada Kata Tak Punya Waktu, Jika Di Rasa Mampu Prioritaskan Sesuatu Yang Di Rasa Penting"
~ Tanpa Nama ~

Friday, May 12, 2017

Saatnya Merenggut Kebaikan Menulis


     pdipmpekalongan - Empire of Writer - Ada sugesti menarik dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bagi seorang Muslim untuk melakukan kebaikan dalam kondisi apapun juga

Rasulullah bersabda: "Ajruki 'ala qadri nashabiki," (pahalamu sebanding lurus dengan kepayahanmu)
Ucapan ini disampaikan Nabi kepada istrinya, Aisyah Radhiyallahu anhuma (Ra) dalam suatu kesempatan.

Berbicara menulis, pun demikian. Ia adalah kebaikan yang mengalirkan pahala jika diniatkan untuk ibadah. Menulis bahkan disebut bagian dari jihad dengan adanya realitas umat, perkembangan media, serta kebutuhan dakwah, khususnya, di hari ini.

Meski begitu, di detik yang sama, ada 1000 alasan yang bisa dibilang dan disebut oleh seseorang untuk menutupi kebelum-menulisan dirinya.

Entahlah, apakah ia alasan yang benar yang bisa dipertimbangkan dan dimaklumi ataukah semata udzur yang dibuat untuk mengakali (dirinya sendiri) dan menyembunyikan yang sebenarnya.

Jelasnya, dimana saja dan kapan saja, yang namanya kebaikan itu selalu bersejalan dengan tantangan, bersenyawa dengan rintangan, beririsan dengan godaan, bersenafas dengan cobaan, dan seterusnya.

Terakhir, saya hanya mau bilang, sebagian ulama menyatakan bahwa ganjaran itu segoyang sepenarian dengan kepayahan dan kesukaran yang dilalui. Sedang sebagian lagi berkata, pahala kebaikan itu senada seirama dengan manfaat yang bertabur menyertainya.

Terakhir, dengan kesibukan semuanya yang super sibuk dan dengan hausnya umat akan tulisan-tulisan yang mencerahkan.

Mari, saatnya merebut dua sisi kebaikan itu. Pahala dari kebaikan menulis dan pahala dari kepayahan proses yang dilalui.

Passtikan semua menulis sekarang.
Iya sekarang, bukan nanti.

Fighter Masykur Daeng Situju, Squad 10
Senin, 01/05/2017

0 comments:

Post a Comment